Adakah salah kelola (mismanagement) relevan dituduh sebagai salah satu kontributor penting kegagalan sebagian besar proyek-proyek besar di Indonesia ? satu hal yang tak dapat disangkal, wawasan para manajer puncak, manajer madya dan pengambil keputusan penting di berbagai tingkatan sektor pemerintah maupun swasta tentang apa dan bagaimana menjalankan Manajemen Proyek Professional secara benar, amat sangat kurang. Di samping itu, intervensi pihak eksternal berlebihan di luar kerangka struktur organisasi, dinilai sebagai salah satu awal preseden buruknya kinerja para manajer. Para manajer, yang sebenarnya berperan sebagai decision maker, hanya kebagian tugas laiknya pion dalam permainan catur, menjalankan kebijakan dari atas.
Berbagai restraints yang terus menggerogoti sebuah struktur organisasi ditambah rumit dan panjangnya rantai birokrasi, mengakibatkan pencapaian tujuan akhir menjadi tidak tepat waktu, mutu rendah dan ongkos produksi melambung tidak karuan. Sektor properti nasional yang tengah berada diambang kebangkrutan total alias mati suri, merupakan salah satu pertanda, betapa si perencana sebelum sebuah proyek diwujudkan secara fisik telah gagal menjalankan tugasnya.
Manajemen Proyek, sudah sepatutnya menjadi bagian penting, bahkan utama, bukan saja bagi proyek berwujud bangunan superbesar, namun juga pada organisasi kecil.
Kegagalan yang dialami hampir seluruh sektor di tanah air, termasuk bidang kontruksi/properti, disebabkan rendahnya antisipasi alias risk analysis tidak akurat. Seperti bidang properti, selama beberapa kurun waktu terakhir telah dibiarkan tumbuh begitu pesat, tanpa kontrol memadai menyangkut pangsa pasar, kelayakan harga, dan lain-lain, termasuk kesiapan instrumen hukum dan perundangan sebagai proteksi legal. Semua hal, pada prinsipnya adalah bagian dari project management dan jika sejak perencanaan tidak mendapat perhatian, sangat potensial mengakibatkan kegagalan.
Perubahan budaya perusahaan (dan pribadi) serta kebiasaan ke arah inefisiensi merupakan hal mendasar harus diubah para pengambil kebijakan di Indonesia. Birokrasi yang panjang dan berbelit sangat potensial menjadi sumber utama pemborosan. Selain itu, para manajer puncak yang memang seorang profesional di bidangnya, seyogianya diberikan kekuasaan lebih besar, khususnya dalam hal jumlah uang (maksimum) dapat diputuskan tanpa persetujuan direksi.
Metodologi manajemen proyek standar dikembangkan Project Management Institute (AS), memformulasikan ilmu (project management methodology) yang disebut badan ilmu pengetahuan manajemen proyek (project management body of knowledge). Penerapan tool tersebut di banyak negara maju seperti AS dan Eropa, secara menakjubkan memberikan manfaat sangat besar terhadap penghematan dan pencapaian target waktu serta kualitas.
Dalam perkembangannya, project management methodology tidak hanya digunakan pada proyek-proyek konstruksi, namun meluas hingga project development dalam hal menembus pasar potensial baru.
Sulitnya membangun perusahaan lokal berbasis transparansi, ramping dan efisien serta memiliki metodologi manajemen proyek dalam setiap langkah sejak perencanaan, dapat terlihat lewat minat dan apresiasi sangat rendah para top manajemen.
Project management pada dasarnya memiliki standar proses berupa : inisiasi, planning, executing, controlling dan closed out. Selanjutnya dalam penerapan PMBOKs langkah-langkah pengkajian harus ditempuh terdiri dari : scope management, quality management, cost management, time management, procurement management, communication management, human resource management serta risk management.
Perencanaan merupakan tahapan paling penting, dimana kemungkinan akan terjadi saat pelaksanaan dapat disimulasikan. Sehingga eksekusi hanya sebagai pengejawantahan dari rencana, termasuk antisipasi guna menghindari risiko, dengan demikian kita dapat melakukan efisiensi sumber daya, dana dan waktu dalam mencapai sasaran proyek, sesuai direncanakan.
Tren bisnis masa depan, akan beralih ke arah, dimana pasar hanya merespons barang dan jasa berharga lebih murah, mutu lebih baik dan delivery tepat waktu. Project management hanya metode dan cara, namun harus dilakukan secara kontinyu dan konsisten.
Tags: Construction Management