|
|
Kode Etik Ilmu Pengetahuan (1)
|
12 Prinsip Kode Etik Ilmu Pengetahuan - KEJUJURAN
- KETELITIAN
- 3KETERBUKAAN
- 4KEBEBASAN
- 5.KREDIT
- 6PENDIDIKAN
- TANGGUNG JAWAB SOSIAL
- 8LEGALITAS
- 9KESEMPATAN
- 10SALING MENGHARGAI
- 11EFISIENSI
- 12MENGHORMATI POKOK PERMASALAHAN
1. KEJUJURAN - •Tidak boleh mengarang, memalsukan, salah dalam menggambarkan data/hasil, harus objektif, pasti dan terpercaya dalam segala aspek proses penelitian.
- •Kejujuran memajukan kerja sama dan kepercayaan untuk penelitian ilmu pengetahuan.
- •Kejujuran meliputi dasar moral semua orang, termasuk ilmuwan.
- •Untuk mengerti ketidakjujuran dalam science, kita perlu membedakan antara ketidakjujuran dan kesalahan. Keduanya hampir sama akibatnya, tetapi berasal dari motif yang berbeda.
- •Ketidakjujuran berlaku selalu melibatkan kecurangan-kecurangan audience yang berharap untuk yang sebenarnya. Kecurangan terjadi dimana kebohongan tanpa informasi atau informasi yang salah disampaikan (dengan sengaja).
- •Kecurangan/kebohongan tidak akan terjadi jika audience tidak mengharapkan untuk mengatakan yang sesungguhnya, novelis tidak berbohong jika mereka menulis dongeng.
- •Penting untuk menegaskan ketidakjujuran dalam motif karena motif berperan sebagai sebuah peran kunci dalam penelitian keterlibatan manusia.
- •Jika scientist merupakan instrument atau pelengkap, lalu kita berharap untuk dipercaya, sebuah alat pengatur panas dapat memberikan data akurat/tidak akurat dibacanya, tetapi tidak bisa menyatakan benar atau tidak. Disini, sejak scientist manusia biasa, dimaafkan untuk kesalahan yang jujur dan berhati-hati. Penilaian kasar untuk kebohongan dan penipuan disengaja.
- •Ketidakjujuranà dalam produksi+data analisis, mengarang data à pemalsuan, Contoh: baltimore affair
- •Trimming à scientist fail, melaporkan hasil yang tidak mendukung hipotesa
- •Fudging à scientist berusaha hasilnya dibuat terlihat lebih baik dari sebenarnya
- •Sejak kebohongan membahayakan integritas proses penelitian, kejujuran aturan yang tepat di science dan penyimpangan membutuhkan standar kebenaran
2. KETELITIAN - •Ilmuwan harus menghindari kesalahan, khususnya dalam menampilkan hasil akhir.
- •Whitbeck 1995: ketelitian penting dalam promosi perusahaan dan kepercayaan antara sciencetist dan sumber science yang efisien.
- •Resnik 1996: kesalahan sebagai kejujuran kesalahan atau ketidakmampuan, sesuatu yang serius dan terjadi berulang-ulang termasuk bentuk kelalaian.
- •Commite on the conduct of science 1994
- •Reaksi yang tepat untuk mendapatkan kesalahan pada terbitan karya seseorang untuk mengakui dan mengumumkan kebenaran, kesalahan cetak atau menarik kembali.
- •Beberapa tipe kesalahan dalam proses penelitian:
1. Kesalahan bereksperimen 2. Kesalahan sistematika 3. Kesalahan manusia
- •Membagi/memberikan data, hasil akhir, metode, ide, teknik dan alat.
- •Memperkenankan sciencetist lain untuk mereview dan terbuka untuk kritik dan ide baru.
- •Membantu membangun atmosfir kerja sama, kepercayaan dengan memperkenankan scientist lain untuk menggali secara efektif.
- •Menggali kerahasiaan kepercayaan publik pada science.
- •Disituasi yang berbeda dapat berubah : sciencetist menghindari keterbukaan untuk melindungi penelitian yang berjalan dengan alasan khususà untuk melindungi reputasi mereka dalam waktu yang ditentukan sampai siap untuk di publikasikan.
- •Marshall 1997 : sciencetist belum memberikan data, ide, hasil jika tidak/belum ada jaminan untuk mereka akan kreolit, pengakuan dan kompensasi hasil kerja merekaà terjadi pertentangan jika menjadi kunci penelitian pengetahuan lebih lanjut dijadikan keegoisan. (Pada waktunya mereka akan mempublikasikan apalagi jika dibiayai oleh negara).
- •Kontribusi sistem kerja untuk keuntungan ilmu pengetahuan.
- •Individual sciencetist tanpa disadari mengkontribusi keseluruhan ilmu yang sempurna dengan menyelesaikan goalsà prestise+respek
- •Pengecualian:
A.Bisnisà pada peneliti yang kerja di swasta berkewajiban merahasiakan rahasia dagang. B. Militerà peneliti militer melindungi informasi militer.
Tags: Etika
|
|
 |
[-] |
|
|
|